Merajai Dunia Sastra Jawa Kuno Selama 7 Abad, Ini 3 Fakta Menarik Kakawin

merajai-dunia-sastra-jawa-kuno-selama-7-abad-ini-3-fakta-menarik-kakawin

Merajai Dunia Sastra Jawa Kuno Selama 7 Abad, Ini 3 Fakta Menarik Kakawin – Di Nusantara, karya sastra udah dikenal sejak zaman dahulu kala. Bahkan sejak masa Jawa Kuno, udah banyak para pujangga yang udah melahirkan beragam karya sastra.

Merajai Dunia Sastra Jawa Kuno Selama 7 Abad, Ini 3 Fakta Menarik Kakawin

merajai-dunia-sastra-jawa-kuno-selama-7-abad-ini-3-fakta-menarik-kakawin

Pada masa itu, para pujangga banyak menuliskan bentuk puisi tradisional yang memuat doa maupun puji-pujian bagi Dewa maupun Raja. Melansir dari Ullensentalu.com, bentuk puisi itu dikenal bersama dengan nama Kakawin.

Bahkan sebagai satu forman karya sastra, Kakawin merajai dunia sastra Jawa Kuno sepanjang tujuh abad, yakni dari abad ke-9 sampai 15 Masehi.

Lalu bagaimana bentuk dari Kakawin itu sendiri? Seberapa besar pengaruhnya bagi dunia sastra Tanah Air zaman sekarang? Berikut selengkapnya:

Berasal dari India
Sastra Kakawin berasal dari India. Sastra jenis itu merupakan karya awal pujangga terhadap masa Jawa Kuno yang sesudah itu diajarkan secara turun temurun. Penulisan Kakawin di tanah Jawa di mulai terhadap masa kerajaan Hindu-Buddha di mana sementara itu banyak diajarkan di wihara maupun padepokan.

Memasuki masa kerajaan Islam, Kakawin hadir didalam bentuk tembang dan suluk yang diajarkan para wali di pesantren. Kini, kakawin tetap masuk menjadi bahan pengajaran pendidikan modern terhadap sekolah-sekolah di Indonesia, terlebih terhadap muatan lokal bahasa Jawa yang diajarkan di area Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakara dan Jawa Timur.

Unsur Kakawin
Kakawin merupakan karya sastra yang paling memenuhi rencana falsafah Jawa bersifat cara raih kesempurnaan hidup. Unsurnya tak jauh tidak serupa dibandingkan bersama dengan puisi terhadap umumnya yakni terdiri dari metrum, bait, dan pupuh.

Pada Kakawin, metrum berpedoman terhadap dua hal, yakni panjang pendek vokal yang dikenal bersama dengan makna guru lagu dan jumlah suku kata didalam satu larik atau baris yang dikenal bersama dengan makna wittamatra. Dalam satu bait puisi terdiri dari tiga atau empat larik bersama dengan susunan guru lagu dan witamatra yang sama.

Contoh Kakawin Jawa Kuno
Pada masa Jawa Kuno, tidak benar satu Kakawin yang terkenal bernuansa Hindu berjudul “Arjunawiwaha” yang artinya pernikahan Arjuna. Kakawin yang menceritakan berkenaan kepahlawanan tidak benar satu tokoh Kitab Mahabaratha itu mengajarkan berkenaan pentingnya keyakinan kepada Tuhan, diri, dunia, dan akhirat, untuk jelas nilai kebenaran.

Selain itu, tersedia pula Kakawin terkenal bernuansa Buddha yang berjudul “Sutasoma”. Kakawin ini berkisah berkenaan kehidupan Pangeran Sutasoma yang lahir sebagai penjelmaan Sang Buddha.

Lain halnya bersama dengan Arjunawiwaha, Kakawin Sutasoma mengajarkan berkenaan sikap toleransi di sedang beragam perbedaan. Dari Kakawin ini pula motto nasional diambil, yakni teks “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tapi selalu satu.

Merajai Dunia Sastra Jawa Kuno Selama 7 Abad, Ini 3 Fakta Menarik Kakawin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top